Semoga Allah Selalu Memberikan Taufiq Kepada Pemerintah Indonesia Dalam Menjalankan Tugasnya. Amin

Hanya Bertawakkal Kepada Alloh Untuk Kesembuhan Terhadap Penyakit

Tuesday, September 06, 2011

Cermat dalam Menggunakan Antibiotik


Bagi orang tua yang pernah membawa anaknya ke dokter, entah itu karena demam, batuk, pilek atau sakit lainnya sangat mungkin diantara obat yang selalu diresepkan adalah antibiotik. Dengan antibiotik inilah diharapkan sakit yang disebabkan karena infeksi bakteri bisa sembuh. Namun terlalu sering mengonsumsi antibiotik juga bisa berdampak buruk.

Antibiotik adalah zat yang dihasilkan oleh bakteri yang dapat menghambat atau membunuh bakteri jenis lain. Kita perlu cermat dan berhati-hati dalam menggunakan antibiotik. Jangan sampai setiap sakit kita selalu mengonsumsi antibiotik untuk mendapat kesembuhan. Antibiotik memang bisa memberi manfaat namun bila pemakaiannya semberono akan memunculkan efek yang buruk.
Tidak semua penyakit tepat diobati dengan antibiotik. Terlalu sering mengonsumsi antibiotik bisa menyebabkan bakteri menjadi kebal. Keadaan ini menyebabkan biaya pengobatan semakin mahal karena harus dipakai antibiotik yang lebih mutakhir dengan efek samping yang lebih besar dan waktu pengobatan yang lebih lama.

Tidak Rasional

Dewasa ini muncul di banyak kalangan kecemasan dengan semakin banyaknya pemakaian antibiotik yang tidak rasional. Ketidakrasionalan itu beragam mulai dari menggunakan antibiotik dengan jenis tidak tepat, dosis tidak tepat, frekuensi keliru hingga waktu konsumsi terlalu lama atau cepat.

Departemen Kesehatan RI melalui Direktur Jendral Bina Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Sri Indrawawti mengakui hal tersebut. Menurutnya, Depkes akan membuat aturan yang lebih ketat tentang pemberian antibiotik. Pedoman ini dikeluarkan karena banyak indikasi penyimpangan-penyimpangan penggunaan antibiotik.

Sri Indrawati mengatakan sebenarnya sudah ada prosedur dalam pemberian antibiotik, tapi karena sarana dan fasilitas yang terbatas di rumah sakit, maka dokter langsung memberikan antibiotik kepada pasien dengan mengira-ngira.


Anak-anak merupakan populasi yang paling sering terpapar antibiotik tidak rasional, misalnya saat demam, radang tenggorokan, dan diare akut. Padahal ketiga kondisi itu umumnya ringan, bisa sembuh sendiri dan tidak membutuhkan antibiotik jika penyebabnya adalah virus.


Sebuah studi yang dilakukan terhadap dokter umum dan apotek di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menguatkan hal tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh Prof dr Iwan Dwiprahasto, MMedSc, PhD, dari Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada mengungkapkan sebanyak 93 persen pasien anak yang menderita Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) berupa batuk, pilek dan radang tenggorokan memperoleh resep antibiotik (Jurnal Berkala Ilmu Kedokteran, Vol. 29, tahun 1997).

Dalam studi lain ditemukan jumlah 92 hingga 98 persen penderita ISPA non pneumonia baik anak-anak maupun dewasa mendapat setidaknya satu macam antibiotik setiap kali berobat ke puskesmas. Kondisi ini juga terjadi pada praktik dokter swasta, dimana persentasenya mencapai 82 hingga 89 persen.

Padahal menurut kriteria World Health Organization (WHO), persentase pasien ISPA yang benar-benar perlu memperoleh antibiotik hanya berkisar antara 7 sampai 14 persen. Sebagian besar kasus batuk, pilek, demam ringan serta radang tengggorokan umumnya tidak perlu obat karena umumnya itu disebabkan virus yang akan membaik dengan sendirinya seiring meningkatnya daya tahan tubuh. Kalaupun perlu obat, hanya berupa obat-obatan simtomatik (untuk mengencerkan dan memudahkan pengeluaran dahak, menurunkan panas, melonggarkan saluran pernapasan, dsb) yang bertujuan meringankan gejala.


Studi lainnya menunjukkan sekitar 40 hingga 62 persen antibiotik digunakan untuk penyakit-penyakit yang tidak memerlukannya.


Data dari Direktur Jendral Bina Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan mengungkapkan hingga 40% anak-anak yang menderita diare akut diberi antibiotik padahal mereka tidak memerlukannya. Begitu pula sebanyak 50% penderita pneumonia juga tidak tepat pemberian antibiotiknya.


Lingkaran Setan


Penggunaan antibiotik yang semberono bisa memunculkan lingkaran setan. Cara kerja antibiotik yang tidak membedakan bakteri baik dan bakteri jahat - sehingga semuanya dibasmi - bisa menimbulkan efek buruk bagi tubuh, yaitu dengan munculnya ketidakseimbangan mikroorganisme yang baik dan yang buruk, yang pada akhirnya bisa mengganggu fungsi organ tubuh.

Maka sering dijumpai sejumlah keluhan usai minum antibiotik berupa sembelit, asam lambung meningkat, diare, lemas tanpa sebab yang jelas, keputihan dan kekebalan tubuh yang menurun. Dalam kondisi yang demikian, tubuh menjadi lebih rentan kena alergi dan penyakit lain.


Jangan sekali-kali menggunakan antibiotik tanpa dosis yang jelas dan benar. Pemakaian antibiotik yang semau sendiri dan tidak dihabiskan akan membuat kuman menjadi familiar dengan jenis antibiotik tersebut dan dengan mudah akan mengecoh dengan cara berubah bentuk (bermutasi) menjadi jenis yang lebih kuat dan tangguh (kebal). Jadi bukannya membuatnya mati, antibiotik justru menjadi semacam "vaksinasi" bagi kuman-kuman tadi.


Akibatnya, antibiotik yang diminum jadi tidak mempan dan diperlukan antibiotik lain yang lebih kuat. Lingkaran setan ini membuat penyakit semakin sulit dibasmi dan tubuh lebih gampang sakit-sakitan.


Jadi, menggunakan antibiotik secara semberono sama saja dengan mengembangbiakkan bakteri super, yang kelak keganasannya tak akan mampu kita lawan lagi.


Dr. Sharad Adhikary, seorang perwakilan dari WHO mengatakan, masalah kekebalan terhadap antibiotik bukanlah masalah baru, tapi makin lama makin mengkhawatirkan dan membahayakan. Di sejumlah negara kini telah bermunculan bakteri resistan atau superbug. Ia mengatakan, untuk mengatasi masalah inimungkin kita bisa menerapkan pengobatan ke masa sebelum antibiotik ditemukan. "Kita dapat kembali ke era sebelum antibiotik ditemukan," tandasnya.


Sumber : Majalah Pro Herbal


 

0 comments:

Post a Comment

Kontak Kami

Name

Email *

Message *

Infokom Herbal Albarokah

Kapsul Brotowali | Kapsul Daun Katuk | Kapsul Daun Ungu | Kapsul Jahe Merah | Kapsul Jati Belanda Plus | Kapsul Kumis Kucing | Kapsul Songgolangit|

Alfa Kelatik | Antibet | Habbatus Sauda' Oil | Hemorofit | Gamat Emas | Hersidar | Kapsul Pare | Madu Herbal Man Jos | Madu Herbal Subur Rahim | Madu Hutan Sumatera | Madu Murni Al Marjan | Olivia Turseena | Rheumafit Herbal Pereda Rematik | Sari Kurma Al Ajwa Plus | Sirup Madu Gurah| Sirup Manggis Maosteen | Stabitens | Zaitun Oil | Stabitens | VCO Virgin Coconut Oil
Baca Juga :
Foto dan Video Terkait :

JAMSI Obat Tradisional untuk penderita Diabet. Fungsi Jamsi antara lain : memperbaiki sel-sel dan fungsi pankreas, menurunkan kadar gula, menetralisir hipertensi, asam urat, kolesterol, trigeliserit. Cara pemakaian : untuk penderita diabet : 3x2 sendok makan per hari. BIla masih mengkonsumsi obat medis, diberi jarak waktu antara 15 sampai 30 menit. Untuk kesembuhan sebaiknya obat medis lambat laun dikurangi dosisnya sampai bisa lepas 100%. Untuk pencegahan diabet : 1 x 1 sendok makan per hari sebelum makan. Untuk penderita/penyakit bahan organik yang lain sebaiknya diminum 2x2 sendok makan saat mau tidur dan saat bangun tidur.

Jamkho - Jamu Diabetes, Kolesterol dan Asam Urat Pilihan
JAMKHO bukanlan ramuan biasa karena mempunyai kemampuan lebih cepat dalam menurunkan kolesterol (1-2 jam). Ramuan obat tradisional kolesterol JAMKHO ini diolah dengan menggunakan teknologi nano sehingga bahan-bahan alami di dalamnya menjadi partikel-partikel kecil yang lebih mudah diserap oleh tubuh. Selain diolah dengan teknologi modern, kandungan-kandungan di dalam JAMKHO adalah bahan-bahan alami pilihan seperti gula aren, air hexagonal, pegagan, mahkota dewa, kurkurma, mengkudu dan juga embrio nektar madu.

Harga Rp. 95.000,- / botol
Isi : 100 ml

Paket Hemat :
Rp. 600.000,- / 7 botol

Info selengkapnya, Klik

Office - CS. Herbal Albarokah Online


Assalamu'alaikum wa Rohmatullohi Wa Barokatuh ...

Semoga Kesehatan Tetap Menyertai Anda dan Keluarga ...



Selamat Datang di Toko Herbal Albarokah ~ Toko Anda Toko Kita Semua.

Toko Herbal-Albarokah Menyediakan Obat-Obatan Herbal Berkualitas dan Produk Herbal Best Seller dari berbagai Kategori Penyakit seperti : Alergi, Amandel, Ambeien, Anemia, Anti Biotik, Anti HIV, Anti Oksidan, Anti Radang, Asam Urat, Diabetes, Eksim, Epilepsi, Flek Paru, Ginjal, Radang dan lain-lain dengan harga yang terjangkau.

Di Toko Herbal Albarokah Anda beserta Keluarga bisa belanja berbagai produk herbal dengan Mudah : Aman dan Cepat.

Anda bisa menghubungi kami di :
Hotline : 0818 0381 7669

Work Time : Senin s/d Sabtu Jam 08.00-17.00 WIB.

Layanan SMS :
Format Pemesanan :
Nama Obat#Jumlah#Nama Lengkap#Alamat Lengkap

Format Konfirmasi Pembayaran :
Bank Tujuan#Nama Pengirim# Alamat Lengkap Pengiriman

Kirim ke 0818 0381 7669

Denah Menuju Toko Herbal-Albarokah Malang
Dari Terminal Arjosari Naik Angkot AT (Arjosari Tumpang) lalu turun tepat di Gg. 15 Jl. LA Sucipto No. 227 Blimbing Malang


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls